Not-
Found
Tampilkan postingan dengan label Laa Tahzan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laa Tahzan. Tampilkan semua postingan

Musibah Itu Melebur Dosa

Bismillahirrahmanirrahim...


Ibnu Mu'tazz pernah berkata : "Demi Allah, alangkah pasnya tunggangan Al Mutawakkil Álallah dan alangkah cepatnya Al Watsiq Billah kembali !".

 Rasulullah bersabda :"Tidaklah seorang mu'min ditimpa sebuah kesedihan, nestapa, bencana, derita, penyakit, hingga duri yang mengenai dirinya kecuali Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya". Tentu saja ini bagi orang yang bersabar yang mengharapkan ridha Allah, yang berinabah dan sabar bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Yang Maha Tunggal dan Maha Pemberi.

 Al Mutanabbi dalam bait-bait syairnya yang penuh hikmah memberikan dorongan kuat untuk berlapang dada kepada hamba :"Tidaklah aku baringkan punggungmu kecuali dengan senang hati, selama ruh masih bersarang dalam badanmu. Tak ada kebahagiaan abadai dengan apa yang kau bahagiakan dan kesedihan tidak akan mengembalikan apa yang telah tiada. "(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darimu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu". (QS. Al Hadid : 23)

 Wallahu A'lam 
 ***** 

 *) Ringkasan dari buku Laa Tahzan - Dr Aidh Abdullah Al Qarni

Posted by
Fiq Aliskandar

More

Jangan Bersedih Jika Dimusuhi

Bismillahirrahmanirrahim....

Jika kita selalu memberi maaf dan lapang dada maka kita akan memperoleh kemuliaan dunia dan akhirat.

Seperti yang disebutkan dalam Alqurán : "Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik pahalanya atas (tanggungan) Allah". (As-Syuára : 40)

Shakespeare mengatakan : "Jangan menyalakan perapian terlalu panas kepada musuhmu agar tidak membakar dirimu sendiri".

Katakan pada mata yang sakit, matahari punya banyak mata yang melihatnya dengan benar pada saat tenggelam dan terbit. Biarkanlah setiap mata yang Allah gelapkan sinarnya, tetap dengan pandangannya : tidak melihat dan tidak sadar.

Ada orang pernah berkata kepada Salim Abdullah Ibnu Umar, seorang alim dari kalangan tabiín, Ända adalah seorang yang berperilaku buruk !". Saliam pun menjawab : "Memang, hanya engkaulah yang tahu tentang aku !".

Seorang Sastrawan Amerika mengatakan : "Mungkin saja tongkat dan batu itu akan mampu meremukkan tulang-tulangku, namun kata-kata tidak akan mampu melukaimu".

Seseorang pernah berkata kepada Abu Bakar : "Demi Allah, akan aku cerca Anda dengan cercaan yang akan Anda bawa sampai ke dalam kuburnya !". Abu Bakar menimpali : "Tidak, tapi cercaanmu akan masuk bersamamu ke dalam kuburmu !"

Ada seseorang berkata kepada Ámr Inu Ásh : Äku akan berusaha memerangimu". Ämru menjawab : "Mulai sekarang engkau telah menjatuhkan dirimu dalam kesibukan yang sebenarnya".

Jenderal Eisenhower pernah menyatkan : "jangan biarkan diri kita menyia-nyiakan pikiran kita untuk orang-orang yang tidak kita cintai, meski hanya sedetik !".

Seekor nyamuk berkata kepada pohon kurma : "Hati-hatilah karena sesungguhnya saya akan terbang dan akan meninggalkanmu !".
Maka berkatalah pohon kurma : "Demi Allah, saya tidak merasakan sesuatu saat Anda hinggap padaku, lalu bagaimana aku akan merasakan sesuatu tatkala Anda terbang ?".

Hatim berkata : äku ampuni kata-kata buruk orang mulia sebagai simpanannya. Dan aku berpaling dari cemoohan orang yang suka mencemooh karena sikap muliaku".

Kunfusis mengingatkan  : örang yang marah akan selalu memenuhi dirinya dengan racun".

dalam sebuah hadits disebutkan : "kemarahan itu adlah sebuah bara api dari neraka".

Setan itu mengalahkan hamba dalam tiga hal : Ketika marah, ketika syahwatnya naik dan ketika lalai

Wallahu A'lam

*****

*) Ringkasan dari buku Laa Tahzan - Dr Aidh Abdullah Al Qarni


Posted by
Fiq Aliskandar

More

Jangan Bersedih Ketika Kebaikan Tak Dihargai Orang

Bismillahirrahmanirrahim....


Niatkan semua amal perbuatan itu hanya karena Allah semata dan jangan pernah mengharap terima kasih dari orang lain. Jangan pernah resah dan gundah karena kebaikan kita  pada orang lain justru dibalas dengan perbuatan keji, atau ketika "tangan putih"yang kita ulurkan dibalas dengan tamparan yang menyakitkan. Betapapin apa yang kita cari seharusnya hanya pahala dan kebaikan dari Allah.

Allah berfirman tentang wali-waliNya : "Mereka mencari karunia Allah dan keridhaanNya". (QS. Al-Fath: 29)

Juga tentang nabi-nabiNya : Äku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahKu". (QS. Shad : 86).

"Katakanlah : Üpah apapun yang Aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu". (QS. Saba': 47)

"Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya". (QS. Al-Lail : 19)

Seorang penyair berkata : Siapa yang berbuat baik tidak akan sirna pahalanya dan tak akan sirna kebaikannya di sisi Allah dan manusia.

Berbuat baiklah hanya untuk Yang Maha Esa, sebab hanya Dialah yang akan memberi pahal. Dialah yang akan memberi karunia. Allah lah yang akan menjatuhkan sanksi, membalas setiap amal dan Dia yang akan meridhai dan juga murka. Maha suci dan Maha Tinggi Allah.

Ketika para sahabat banyak yang terbunuh sebagai syuhada di kota Khandar, Umar berkata kepada para sahabat yang tersisa : "Siapa saja yang terbunuh?". Maka disebutkanlah sejumlah nama. "Dan masih banyak lagi yang tak kau kenal!: jawab para sahabat itu. Maka tiba-tiba kedua mata Umar meneteskan air mata dan seketika itu ia menimpali : "Tapi Allah mengetahui mereka!"

Alkisah, ada seorang salih memberi sepiring makanan kepada orang yang buta. Konon ketika mengetahui akan hal itu, keluarga orang salih itu berkata : "Bukankah orang buta itu tidak tahu apa yang dimakannya ?". "Tapi, bukankah Alla hmengetahuinya ?"jawab orang shalih itu.

Selama Allah masih melihat dan mengtahui kebaikan yang kita lakuka, serta mengetahui keutamaan yang kita ulurkan, maka janganlah mengharapkan pujian dari orang lain.

*****

*) Ringkasan dari buku Laa Tahzan - Dr Aidh Abdullah Al Qarni

Posted by
Fiq Aliskandar

More

Sahabat

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 It's Me..Template by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.